Tahapan penelitian jaringan media sosial

A. Karakteristik Analisis Media Sosial

■Menggunakan populasi bukan sampel. Populasi menyertakan semua percakapan di media sosial terkait dengan isu tertentu. Data dibatasi misalnya dengan penggunan kata tertentu (keyword) atau tanda pagar (hashtag).

■Pada analisis jaringan sosial, terdapat setidaknya lima tahapan penelitian: (a) membuat desain penelitian seperti menemukan populasi atau sampel merancang kuesioner dan instrumen penelitian, dst; (b) pengumpulan data melalui wawancara, observasi, atau lainnya; (c) data jaringan yang memperlihatkan relasi antara informan yang diteliti; (d) koding data untuk memperlihatkan hubungan antara para responden; (e) analisis data dengan perangkat analisis jaringan.

Pada analisis media sosial, karena data (jejak digital berupa posting di media sosial) telah ada sebelum melakukan penelitian, maka tahap (a), (b), dan (c) tidak diperlukan.

B. MENGAMBIL DATA (CRAWLING)

■Tahap pertama analisis media sosial adalah mengambil data percakapan di media sosial dengan perangkat lunak (software). Pemilihan perangkat lunak karena dua alasan: tersedia secara gratis; dan perangkat lunak ini mudah digunakan, tidak dibutuhkan kemampuan bahasa pemrograman.

■Salah satu perangkat lunak untuk mengambil data percakapan media sosial adalah Netlytic. Perangkat lunak ini menyediakan akses percakapan media sosial Twitter, Youtube, dan Reddit. Tersedia secara gratis dan berbayar. Untuk versi gratis, bisa mengambil data hingga 2.500 posting.

C. ANALISIS DATA

■Setelah data percakapan di media sosial berhasil didapat, tahap berikutnya adalah menganalisis data tersebut.  Ada tiga level dalam analisis data analisis media sosial.

■Pertama, level struktur jaringan. Pada level ini berusaha menjawab pertanyaan mengenai jaringan secara keseluruhan. Level ini tidak berbicara mengenai akun media sosial, tetapi struktur dari percakapan media sosial terkait suatu isu. Misalnya, kita membuat penelitian mengenai percakapan di Twitter terkait dengan penyebaran virus Covid-19. Pada level struktur, dianalisis seberapa dekat dan padat percakapan mengenai isu ini.

■Kedua, level kelompok. Analisis pada level ini ditekankan untuk mendeteksi kelompok yang ada terkait dengan percakapan di media sosial. Analisis berusaha menemukan pengelompokan dalam jaringan, ada berapa kelompok dalam jaringan, dst.

■Ketiga, level aktor (node). Level ini berusaha menemukan aktor (akun media sosial) yang paling dominan atau penting dalam percakapan media sosial atau suatu isu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *