A. Populasi pada Analisis Jaringan Komunikasi
◦Populasi pada penelitian jaringan komunikasi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian kuantitatif lainnya.
◦Penelitian jaringan komunikasi yang diteliti bukan hanya aktor (responden) melainkan jaringan, relasi antar aktor.
◦Dalam analisis jaringan komunikasi tidak ada batas yang tegas. Misal: dalam penelitian dengan metode survei mengenai dampak acara televisi di Desa X. Batas penelitian misalnya adalah penduduk dewasa di Desa X. Batas tersebutlah yang menjadi populasi dalam penelitian.
◦Pada penelitian jaringan, misal: dalam penelitian tentang struktur jaringan komunikasi di Desa X. Populasi tidak bisa secara sederhana dirumuskan sebagai penduduk dewasa di Desa X karena jaringan dapat melintas batas wilayah. Dengan demikian populasi bisa bukan yang berasa dari Desa X padahal penelitian tentang Desa X.
B. Jenis Populasi
◦Pendekatan realis: meneliti jaringan komunikasi yang dilihat dari perspektif informan. Peneliti tidak boleh menggunakan asumsi subjektif dalam menentukan jaringan dari aktor.
◦Populasi pendekatan realis: ditentukan oleh informan. Populasi dari semua aktor yang disebut informan, tidak terbatas hanya di wilayah penelitian dan warganya. Jaringan yang diteliti tidak hanya menyertakan penduduk wilayah penelitian, tetapi semua aktor yang disebut informan.
◦Pendekatan nominalis: melihat bahwa jaringan dan definisinya bisa ditentukan berdasaran kerangka konseptual dari peneliti.
◦Populasi pendekatan nominalis: dibatasi oleh teori. Populasi dibatasi menjadi semua warga yang tinggal di wilayah penelitian. Aktor yang diteliti hanya penduduk wilayah penelitian. Jaringan yang diteliti adalah jaringan warga/penduduk di wilayah penelitian.
C. Strategi Penentuan Populasi
◦Posisional: paling banyak dipergunakan karena paling praktis. Penentuan populasi didasarkan pada keanggotaan (posisi) seseorang dalam batasan tertentu, misal wilayah, perusahaan, organisasi, dll. Misal: penelitian mengenai jaringan politik di Desa X. Populasinya adalah warga Desa X.
◦Reputasi: identifikasi aktor dibantu oleh informan yang mempunyai pengetahuan terhadap objek yang diteliti. Informan membantu peneliti dalam memetakan jaringan dan menunjukkan kepada peneliti aktor-aktor yang terlibat dalam jaringan. Strategi ini dipakai ketika peneliti melakukan riset yang sangat spesifik dan peneliti belum mempunyai pengetahuan mengenai jaringan dan aktor yang akan diteliti. Misal: penelitian tentang jaringan mahasiswa asal Kabupaten X.
◦Batasan waktu: identifikasi aktor didasarkan oleh keikutsertaan atau keterlibatan aktor pada peristiwa tertentu. Misal: penelitian jaringan politik Partai X yang menghadiri musyawarah nasional. Aktor-aktor yang diwawancara ialah politisi yang mengikuti munas.
D. Teknik Penarikan Sampel
◦Sampel snowball: penarikan sampel dimulai dari aktor (kecil) yang kemudian terus-menerus membesar hingga jumlah sampel mencukupi. Penelitian bisa menghentikan penarikan sampel ketika terjadi informasi yang berulang dan mencapai titik jenuh.
◦Sampel kelompok kecil: peneliti mengambil satu kelompok dan mengambil seluruh anggota kelompok tersebut. Peneliti kemudian menggambarkan secara lengkap jaringan yang terbentuk dari kelompok tersebut.
◦Misal: penelitian mengenai jaringan pertemanan siswa di suatu SMA. Jika menggunakan sampel snowball, peneliti memilih satu orang sampel terlebih dahulu sebagai sampel awal. Dari sampel awal ini ditanyakan lebih lanjut nama teman, dan dilakukan terus-menerus hingga mencukupi. Jika menggunakan sampel kelompok kecil, peneliti mengambil kelompok kecil untuk didalami. Peneliti dapat mengambil beberapa kelas dan melihat bagaimana relasi atau jaringan aktor-aktor terbentuk.