Jenis penelitian dengan metode jaringan komunikasi

A. Jenis-jenis Penelitian Sosial

■Eksploratif: ditujukan untuk menjawab pertanyaan “apa” (what) dari suatu fenomena sosial. Penelitian ini dilakukan kalau belum ada penelitian sebelumnya sehingga tidak ada pengetahuan yang memadai mengenai topik tersebut. Contoh: Anda melakukan kajian tentang desa-desa miskin di satu kabupaten, tetapi belum ada data tentang profil desa-desa mana saja yang masuk dalam kategori miskin. Oleh karena itu, Anda melakukan penelitian eksploratif untuk menemukan dan mengidentifikasi mana yang desa miskin dan mana yang tidak miskin.

■Deskriptif: dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail suatu objek yang diamati. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan “bagaimana” (how) atau siapa (who). Dalam contoh di atas, setelah Anda menemukan desa mana saja yang miskin, Anda kemudian ingin mendalami desa-desa miskin tersebut – dari sisi pendidikan, pekerjaan, bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidupnya, dll.

■Eksplanatif: untuk menjelaskan mengapa muncul suatu fenomena. Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan “mengapa” (why). Dalam kasus penelitian tentang kemiskinan, Anda akan meneliti mengapa desa itu miskin, sementara desa di sekitarnya tidak miskin. Anda mulai dengan mencari penjelasan teoritik mengenai penyebab kemiskinan dan menguji kemungkinan itu dalam penelitian.

B. Penelitian Eksploratif dengan Metode Analisis Jaringan Komunikasi

■Penelitian dimaksudkan untuk melakukan penjajakan atas suatu topik yang sebelumnya tidak pernah diteliti.

■Eksploratif diukur dari kebaruannya. Dalam studi jaringan, tipe penelitian eksploratif mengeksplorasi jaringan tertentu yang belum pernah diteliti.

■Contoh: penelitian Dodds, Muhammad, dan Watts (2001) mengenai berapa jarak yang diperlukan oleh semua orang di dunia agar bisa terhubung satu sama lain lewat jaringan internet. Studi tsb menyertakan 61.168 individu di 166 negara di dunia. Hasilnya, rata-rata informan bisa mengontak alat dibutuhkan antara 5-7 langkah. Penelitian ini tidak pernah dilakukan sebelumnya; tidak mencari kedalaman informasi; memiliki informasi baru yang selama ini hanya berupa dugaan.

C. Penelitian Deskriptif dengan Metode Analisis Jaringan Komunikasi

■Penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail struktur dan aktor-aktor dalam jaringan.

■Penelitian deskriptif memilih suatu topik dan mendalaminya.

■Terdiri analisis jaringan utuh (complete networks) atau jaringan yang berpusat pada ego (ego networks). Jaringan utuh semua aktor di dalam jaringan diamati dan dianalisis. Jaringan ego hanya memusatkan perhatian pada aktor tertentu karena dipandang penting atau sesuai dengan tujuan penelitian.

■Contoh: penelitian tentang jaringan komunikasi universitas X yang sering melakukan demonstrasi. Jaringan utuh akan menganalisis jaringan mahasiswa dari seluruh fakultas. Jaringan ego akan fokus pada fakultas tertentu yang paling sering ikut demonstrasi.

D. Penelitian Eksplanatif dengan Metode Analisis Jaringan Komunikasi

■Bertujuan untuk menjelaskan penyebab munculnya suatu struktur jaringan tertentu atau apa akibat dari struktur jaringan tertentu terhadap komunitas atau masyarakat.

■Karena menjawab pertanyaan “mengapa” (why), atau pertanyaan sebab-akibat, penelitian eksplanatif memasukkan beberapa variabel, baik variabel jaringan komunikasi maupun non-jaringan komunikasi. Ada variabel yang berposisi sebagai penyebab atau bebas (independen) dan variabel akibat atau terikat (dependen).

D.1. Penelitian Eksplanatif – Jaringan Komunikasi Variabel Dependen

■Salah satu bentuk studi eksplanatif adalah menempatkan jaringan komunikasi sebagai variabel terikat (dependen). Studi ini ingin menjelaskan mengapa terjadi struktur komunikasi tertentu.

■Contoh: penelitian Setiawan (1989) tentang jaringan komunikasi yang terbentuk karena pelapisan sosial yang ada di desa.

■Contoh penelitian: jaringan komunikasi yang terbentuk karena asal daerah; jenis beasiswa yang mempengaruhi jaringan komunikasi mahasiswa.

D.2. Penelitian Eksplanatif – Jaringan Komunikasi Variabel Independen

■Jaringan komunikasi sebagai variabel penyebab (independen) atas terjadinya suatu perilaku atau sikap.

■Contoh: studi Ikeda dan Richey (2005) yang menjelaskan pengaruh jaringan komunikasi terhadap partisipasi politik warga. Variabel terikat adalah partisipasi warga, dan variabel bebas adalah jaringan komunikasi.

■Contoh penelitian: pengaruh jaringan komunikasi terhadap perilaku merokok mahasiswa; pengaruh jaringan komunikasi terhadap pilihan untuk beroganisasi mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *