Struktur Jaringan

A. DEFINISI

  • Struktur jaringan berkaitan dengan gambaran umum mengenai jaringan sosial atau suatu topik perbincangan tertentu di media sosial.
  • Struktur jaringan tidak berbicara mengenai aktor (node) atau akun media sosial, tetapi membahas mengenai gambaran umum jaringan media sosial sesuai dengan topik yang kita teliti.
  • Ada 4 data struktur jaringan media sosial, yaitu kepadatan (density), diameter, resiprositas (reciprocity), dan sentralitas.

B. KEPADATAN (DENSITY)

  • Kepadatan merujuk kepada kerapatan hubungan antara aktor (node) dalam jaraingan. Kepadatan memperlihatkan intensitas antar-anggota jaringan dalam berkomunikasi.
  • Jaringan dengan kepadatan tinggi adalah jaringan di mana anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.
  • Jaringan dengan kepadatan rendah ditandai oleh minimnya interaksi antar-anggota jaringan atau interaksi tidak merata ke semua anggota (aktor) hanya didominasi oleh aktor tertentu saja.
  • Kepadatan adalah perbandingan jumlah link (ties) dalam jaringan dengan jumlah link yang mungkin muncul. Angka dalam kepadatan (density) ini adalah 0 hinggga 1, di mana semakin besar nilai menunjukkan makin tingginya kepadatan (density) dari suatu jaringan.
  • Kepadatan membantu menggambarkan seberapa dekat aktor (akun/node) dalam suatu jaringan. Jika angka densitas mendekati angka 1, semakin erat hubungan percakapan. Jika nilainya mendekati 0, menunjukkan hampir tidak ada yang terhubung ke orang lain (aktor/node/akun).

C. DIAMETER

  • Diameter adalah jarak terjauh antara satu aktor dengan aktor lain dalam suatu jaringan.
  • Sebuah jaringan yang mempunya diameter 2 berarti jarak terjauh aktor dengan aktor lain adalah sebanyak 2 langkah. Jika diameter 3, maka jarak terjauh di antara aktor dalam jaringan adalah sebanyak 3 langkah, dst.
  • Diameter menggambarkan seberapa mudah seorang aktor dalam jaringan dijangkau oleh aktor lain.

D. SENTRALISASI

  • Sentralisasi merujuk pada tingkat pemusatan jaringan pada aktor (node) tertentu. Jaringan disebut tersentral jikalau ada seorang aktor yang dominan, di mana semua aktor (node) dalam jaringan mengarah pada aktor tersebut.
  • Jaringan disebut terdesentralisasi jikalau tidak ada aktor yang dominan.
  • Angka sentralisasi ditunjukkan dengan nilai 0 hingga 1. Nilai 0 artinya jaringan mempunyai desentralisasi penuh, sementara nilai 1 artinya jaringan mempunyai sentralitas sempurna.
  • Sentralisasi mengukur sentralitas derajat rata-rat semua node dalam jaringan.
  • Jaringan yang memiliki nilai sentralitas tinggi menunjukkan ada beberapa aktor sentral yang mendominasi aliran informasi. Jaringan dengan pengukuran sentralitas rendah menunjukkan informasi mengalir lebih bebas di antara banyak aktor.

E. RESIPROSITAS

  • Resiprositas menggambarkan relasi dua arah yang terjadi di antara aktor (node) dalam jaringan.
  • Resiprositas dihitung dengan melihat proporsi berapa banyak partisipan dalam percakapan online yang berlangsung timbal-balik dibandingkan dengan jumlah seluruh percakapan.
  • Nilai resiprositas adalah 1 ketika aktor saling berkomunikasi timbal balik. Sementara nilai 0 jika komunikasi yang terjadi bersifat searah.
  • Semakin tinggi nilai resiprositas (mendekati 1) menunjukkan banyak aktor memiliki percakapan dua arah. Sedangkan nilai timbal-balik yang rendah menunjukkan percakapan lebih banyak satu arah.

Tahapan penelitian jaringan media sosial

A. Karakteristik Analisis Media Sosial

■Menggunakan populasi bukan sampel. Populasi menyertakan semua percakapan di media sosial terkait dengan isu tertentu. Data dibatasi misalnya dengan penggunan kata tertentu (keyword) atau tanda pagar (hashtag).

■Pada analisis jaringan sosial, terdapat setidaknya lima tahapan penelitian: (a) membuat desain penelitian seperti menemukan populasi atau sampel merancang kuesioner dan instrumen penelitian, dst; (b) pengumpulan data melalui wawancara, observasi, atau lainnya; (c) data jaringan yang memperlihatkan relasi antara informan yang diteliti; (d) koding data untuk memperlihatkan hubungan antara para responden; (e) analisis data dengan perangkat analisis jaringan.

Pada analisis media sosial, karena data (jejak digital berupa posting di media sosial) telah ada sebelum melakukan penelitian, maka tahap (a), (b), dan (c) tidak diperlukan.

B. MENGAMBIL DATA (CRAWLING)

■Tahap pertama analisis media sosial adalah mengambil data percakapan di media sosial dengan perangkat lunak (software). Pemilihan perangkat lunak karena dua alasan: tersedia secara gratis; dan perangkat lunak ini mudah digunakan, tidak dibutuhkan kemampuan bahasa pemrograman.

■Salah satu perangkat lunak untuk mengambil data percakapan media sosial adalah Netlytic. Perangkat lunak ini menyediakan akses percakapan media sosial Twitter, Youtube, dan Reddit. Tersedia secara gratis dan berbayar. Untuk versi gratis, bisa mengambil data hingga 2.500 posting.

C. ANALISIS DATA

■Setelah data percakapan di media sosial berhasil didapat, tahap berikutnya adalah menganalisis data tersebut.  Ada tiga level dalam analisis data analisis media sosial.

■Pertama, level struktur jaringan. Pada level ini berusaha menjawab pertanyaan mengenai jaringan secara keseluruhan. Level ini tidak berbicara mengenai akun media sosial, tetapi struktur dari percakapan media sosial terkait suatu isu. Misalnya, kita membuat penelitian mengenai percakapan di Twitter terkait dengan penyebaran virus Covid-19. Pada level struktur, dianalisis seberapa dekat dan padat percakapan mengenai isu ini.

■Kedua, level kelompok. Analisis pada level ini ditekankan untuk mendeteksi kelompok yang ada terkait dengan percakapan di media sosial. Analisis berusaha menemukan pengelompokan dalam jaringan, ada berapa kelompok dalam jaringan, dst.

■Ketiga, level aktor (node). Level ini berusaha menemukan aktor (akun media sosial) yang paling dominan atau penting dalam percakapan media sosial atau suatu isu.

Teknik penarikan sampel dalam analisis jaringan komunikasi

A. Populasi pada Analisis Jaringan Komunikasi

◦Populasi pada penelitian jaringan komunikasi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian kuantitatif lainnya.

◦Penelitian jaringan komunikasi yang diteliti bukan hanya aktor (responden) melainkan jaringan, relasi antar aktor.

◦Dalam analisis jaringan komunikasi tidak ada batas yang tegas. Misal: dalam penelitian dengan metode survei mengenai dampak acara televisi di Desa X. Batas penelitian misalnya adalah penduduk dewasa di Desa X. Batas tersebutlah yang menjadi populasi dalam penelitian.

◦Pada penelitian jaringan, misal: dalam penelitian tentang struktur jaringan komunikasi di Desa X. Populasi tidak bisa secara sederhana dirumuskan sebagai penduduk dewasa di Desa X karena jaringan dapat melintas batas wilayah. Dengan demikian populasi bisa bukan yang berasa dari Desa X padahal penelitian tentang Desa X.

B. Jenis Populasi

◦Pendekatan realis: meneliti jaringan komunikasi yang dilihat dari perspektif informan. Peneliti tidak boleh menggunakan asumsi subjektif dalam menentukan jaringan dari aktor.

◦Populasi pendekatan realis: ditentukan oleh informan. Populasi dari semua aktor yang disebut informan, tidak terbatas hanya di wilayah penelitian dan warganya. Jaringan yang diteliti tidak hanya menyertakan penduduk wilayah penelitian, tetapi semua aktor yang disebut informan.

◦Pendekatan nominalis: melihat bahwa jaringan dan definisinya bisa ditentukan berdasaran kerangka konseptual dari peneliti.

◦Populasi pendekatan nominalis: dibatasi oleh teori. Populasi dibatasi menjadi semua warga yang tinggal di wilayah penelitian. Aktor yang diteliti hanya penduduk wilayah penelitian. Jaringan yang diteliti adalah jaringan warga/penduduk di wilayah penelitian.

C. Strategi Penentuan Populasi

Posisional: paling banyak dipergunakan karena paling praktis. Penentuan populasi didasarkan pada keanggotaan (posisi) seseorang dalam batasan tertentu, misal wilayah, perusahaan, organisasi, dll. Misal: penelitian mengenai jaringan politik di Desa X. Populasinya adalah warga Desa X.

Reputasi: identifikasi aktor dibantu oleh informan yang mempunyai pengetahuan terhadap objek yang diteliti. Informan membantu peneliti dalam memetakan jaringan dan menunjukkan kepada peneliti aktor-aktor yang terlibat dalam jaringan. Strategi ini dipakai ketika peneliti melakukan riset yang sangat spesifik dan peneliti belum mempunyai pengetahuan mengenai jaringan dan aktor yang akan diteliti. Misal: penelitian tentang jaringan mahasiswa asal Kabupaten X.

Batasan waktu: identifikasi aktor didasarkan oleh keikutsertaan atau keterlibatan aktor pada peristiwa tertentu. Misal: penelitian jaringan politik Partai X yang menghadiri musyawarah nasional. Aktor-aktor yang diwawancara ialah politisi yang mengikuti munas.

D. Teknik Penarikan Sampel

◦Sampel snowball: penarikan sampel dimulai dari aktor (kecil) yang kemudian terus-menerus membesar hingga jumlah sampel mencukupi. Penelitian bisa menghentikan penarikan sampel ketika terjadi informasi yang berulang dan mencapai titik jenuh.

◦Sampel kelompok kecil: peneliti mengambil satu kelompok  dan mengambil seluruh anggota kelompok tersebut. Peneliti kemudian menggambarkan secara lengkap jaringan yang terbentuk dari kelompok tersebut.

◦Misal: penelitian mengenai jaringan pertemanan siswa di suatu SMA. Jika menggunakan sampel snowball, peneliti memilih satu orang sampel terlebih dahulu sebagai sampel awal. Dari sampel awal ini ditanyakan lebih lanjut nama teman, dan dilakukan terus-menerus hingga mencukupi. Jika menggunakan sampel kelompok kecil, peneliti mengambil kelompok kecil untuk didalami. Peneliti dapat mengambil beberapa kelas dan melihat bagaimana relasi atau jaringan aktor-aktor terbentuk.

Jenis penelitian dengan metode jaringan komunikasi

A. Jenis-jenis Penelitian Sosial

■Eksploratif: ditujukan untuk menjawab pertanyaan “apa” (what) dari suatu fenomena sosial. Penelitian ini dilakukan kalau belum ada penelitian sebelumnya sehingga tidak ada pengetahuan yang memadai mengenai topik tersebut. Contoh: Anda melakukan kajian tentang desa-desa miskin di satu kabupaten, tetapi belum ada data tentang profil desa-desa mana saja yang masuk dalam kategori miskin. Oleh karena itu, Anda melakukan penelitian eksploratif untuk menemukan dan mengidentifikasi mana yang desa miskin dan mana yang tidak miskin.

■Deskriptif: dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail suatu objek yang diamati. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan “bagaimana” (how) atau siapa (who). Dalam contoh di atas, setelah Anda menemukan desa mana saja yang miskin, Anda kemudian ingin mendalami desa-desa miskin tersebut – dari sisi pendidikan, pekerjaan, bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidupnya, dll.

■Eksplanatif: untuk menjelaskan mengapa muncul suatu fenomena. Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan “mengapa” (why). Dalam kasus penelitian tentang kemiskinan, Anda akan meneliti mengapa desa itu miskin, sementara desa di sekitarnya tidak miskin. Anda mulai dengan mencari penjelasan teoritik mengenai penyebab kemiskinan dan menguji kemungkinan itu dalam penelitian.

B. Penelitian Eksploratif dengan Metode Analisis Jaringan Komunikasi

■Penelitian dimaksudkan untuk melakukan penjajakan atas suatu topik yang sebelumnya tidak pernah diteliti.

■Eksploratif diukur dari kebaruannya. Dalam studi jaringan, tipe penelitian eksploratif mengeksplorasi jaringan tertentu yang belum pernah diteliti.

■Contoh: penelitian Dodds, Muhammad, dan Watts (2001) mengenai berapa jarak yang diperlukan oleh semua orang di dunia agar bisa terhubung satu sama lain lewat jaringan internet. Studi tsb menyertakan 61.168 individu di 166 negara di dunia. Hasilnya, rata-rata informan bisa mengontak alat dibutuhkan antara 5-7 langkah. Penelitian ini tidak pernah dilakukan sebelumnya; tidak mencari kedalaman informasi; memiliki informasi baru yang selama ini hanya berupa dugaan.

C. Penelitian Deskriptif dengan Metode Analisis Jaringan Komunikasi

■Penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan secara detail struktur dan aktor-aktor dalam jaringan.

■Penelitian deskriptif memilih suatu topik dan mendalaminya.

■Terdiri analisis jaringan utuh (complete networks) atau jaringan yang berpusat pada ego (ego networks). Jaringan utuh semua aktor di dalam jaringan diamati dan dianalisis. Jaringan ego hanya memusatkan perhatian pada aktor tertentu karena dipandang penting atau sesuai dengan tujuan penelitian.

■Contoh: penelitian tentang jaringan komunikasi universitas X yang sering melakukan demonstrasi. Jaringan utuh akan menganalisis jaringan mahasiswa dari seluruh fakultas. Jaringan ego akan fokus pada fakultas tertentu yang paling sering ikut demonstrasi.

D. Penelitian Eksplanatif dengan Metode Analisis Jaringan Komunikasi

■Bertujuan untuk menjelaskan penyebab munculnya suatu struktur jaringan tertentu atau apa akibat dari struktur jaringan tertentu terhadap komunitas atau masyarakat.

■Karena menjawab pertanyaan “mengapa” (why), atau pertanyaan sebab-akibat, penelitian eksplanatif memasukkan beberapa variabel, baik variabel jaringan komunikasi maupun non-jaringan komunikasi. Ada variabel yang berposisi sebagai penyebab atau bebas (independen) dan variabel akibat atau terikat (dependen).

D.1. Penelitian Eksplanatif – Jaringan Komunikasi Variabel Dependen

■Salah satu bentuk studi eksplanatif adalah menempatkan jaringan komunikasi sebagai variabel terikat (dependen). Studi ini ingin menjelaskan mengapa terjadi struktur komunikasi tertentu.

■Contoh: penelitian Setiawan (1989) tentang jaringan komunikasi yang terbentuk karena pelapisan sosial yang ada di desa.

■Contoh penelitian: jaringan komunikasi yang terbentuk karena asal daerah; jenis beasiswa yang mempengaruhi jaringan komunikasi mahasiswa.

D.2. Penelitian Eksplanatif – Jaringan Komunikasi Variabel Independen

■Jaringan komunikasi sebagai variabel penyebab (independen) atas terjadinya suatu perilaku atau sikap.

■Contoh: studi Ikeda dan Richey (2005) yang menjelaskan pengaruh jaringan komunikasi terhadap partisipasi politik warga. Variabel terikat adalah partisipasi warga, dan variabel bebas adalah jaringan komunikasi.

■Contoh penelitian: pengaruh jaringan komunikasi terhadap perilaku merokok mahasiswa; pengaruh jaringan komunikasi terhadap pilihan untuk beroganisasi mahasiswa.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Jaringan Komunikasi

KELEBIHAN

  • Metode jaringan komunikasi dapat menggambarkan proses terbentuknya fenomena atau peristiwa komunikasi. Misalnya: survei tidak bisa menjelaskan bagaimana proses terbentuknya preferensi politik. Karena fokus studi jaringan komunikasi bukan pada data agregat melainkan pada data personal. Contohnya bagaimana relasi antara aktor yang satu dengan lainnya dalam mempengaruhi preferensi politik.
  • Studi jaringan menekankan pada posisi dan kekuatan aktor dalam struktur sosial. Hal ini dapat membantu menjelaskan sikap, pendapat, hingga perilaku dari kelompok sosial yang ada di masyarakat. Misalnya: dalam penelitian komunikasi organisasi. Studi jaringan tidak tertarik dengan struktur organisasi atau fungsi masing-masing unit. Melainkan dalam mempelajari posisi masing-masing aktor dalam perusahaan, siapa yang posisinya kuat dan menentukan serta menjadi rujukan bagi seluruh anggota organisasi.
  • Studi jaringan komunikasi memungkinkan kita melakukan perbandingan aktor dalam atau perbandingan antarstruktur jaringan yang berbeda. Misalnya: bisa membandingkan bagaimana peran kepala desa dalam sejumlah desa atau peran manajer di beberapa perusahaan. Aktor-aktor ini mungkin mempunya posisi struktur yang berbeda akibat posisi mereka dalam jaringan komunikasi.
  • Jaringan komunikasi tertarik dengan penggambaran perubahan fenomena atau peristiwa komunikasi. Misalnya: perubahan jaringan komunikasi di suatu organisasi sebelum dan sesudah pergantian posisi pimpinan.

KELEMAHAN

  • Metode jaringan mengamati posisi aktor di dalam struktur dan relasi antar-aktor dalam relasi sosiali. Posisi aktor dalam struktur menentukan apa yang bisa dia lakukan. Kelemahan studi jaringan adalah menempatkan aktor dalam posisi pasif. Aktor dilihat tidak mempunyai kemampuan dalam mengubah posisinya dalam struktur sosial.
  • Studi jaringan tidak memberikan perhatian pada bagaimana aktor beradaptasi dan mengubah posisi dalam struktur sosial.
  • Studi jaringan kurang memberi perhatian pada perubahan struktur atau posisi aktor dalam jaringan sosial.
  • Kemungkinan seorang aktor bisa mengubah posisi atau perannya dalam struktur jaringan ketika dirinya mengetahui sedang dilakukan tes atau penelitian.

Pengantar Analisis Jaringan Komunikasi

Analisis jaringan komunikasi adalah ebuah metode yang digunakan untuk menggambarkan struktur komunikasi dan posisi Anda atau orang dalam jaringan dalam struktur. Analisis jaringan akan membuat kita mengetahui bagaimana struktur suatu jaringan, seberapa dekat dan intensif anggota jaringan dalam berinteraksi, bagaimana pola interaksi antar-anggota jaringan, dst. Metode ini juga dipakai untuk menggambarkan posisi seseorang dalam struktur jaringan, siapa atau pihak yang paling menentukan dalam jaringan, siapa orang yang menjadi penghubung satu orang dengan orang lain dalam jaringan.

Jaringan adalah seperangkat aktor yang mempunyai relasi dengan aktor lain dalam tipe relasi tertentu. Studi jaringan komunikasi menggambarkan relasi aktor (bisa orang, lembaga, perusahaan, negara, dsb).satu dengan lainnya dalam struktur sosial tertentu. Yang dianlisis dalam studi jaringan adalah relasi bukan atribusi.

Karakteristik metode jariangan:

  • Relasi bukan atribusi.
  • Jaringan bukan kelompok.
  • Relasional dalam konteks relasional tertentu.
  • Relasi dan struktur.